Contoh Jenis – jenis Profesi pada Perusahaan Periklanan

Perusahaan periklanan atau biro iklan adalah sebuah perusahaan yang membantu pengiklan (produsen) dalam menangani perumusan rencana periklanan dan program promosi, membuat rancangan iklan, menyiapkan materi iklan hingga mengurus pemasangan iklan di media massa dan media periklanan lainnya. Maka dari itu, banyak contoh dan jenis profesi pada perusahaan periklanan untuk memenuhi kebutuhan pengiklan.

Perusahaan periklanan membuat perencanaan, desain, materi dan pemasangan iklan berdasarkan perintah, informasi dan persetujuan dari pihak pengiklan (produsen).

Contoh Jabatan & Pekerjaan di Perusahaan Advertising / Periklanan

Didalam perusahaan periklanan, terdapat beberapa jenis pekerjaan yang merupakan fungsi dasar dari profesi periklanan, yaitu:

1. Account Service / Account Management.

Adalah bidang pekerjaan yang menangani urusan pemasaran jasa periklanan. Tugas utama seorang account management adalah mencari klien baru (perusahaan / pengiklan yang mau menggunakan jasa periklanan) dengan mengajukan penawaran atau ikut dalam tender/pitching pekerjaan periklanan.

Bidang pekerjaan ini biasanya dilakukan oleh seorang Account Executive. Kemampuan berkomunikasi yang baik dalam mempertahankan dan memberikan penawaran sangat diperlukan pada jenis pekerjaan ini.

Baca Juga : Social Media Marketing, Pengertian dan Implementasinya

2. Tim Kreatif

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa sebuah perusahaan periklanan akan membuat perencanaan, desain, materi dan pemasangan iklan. Maka dari itu, perusahaan periklanan membutuhkan tim kreatif untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Tim kreatif akan menangani pembuatan rancangan / desain kreatif, dalam bentuk visual (gambar/foto) serta naskah (teks) iklan. Tim ini juga bertanggung jawab dalam memberikan panduan / pengarahan pada saat gagasan kreatif yang dipciptakannya akan diwujudkan / direalisasikan menjadi materi iklan.

Terkadang, tim kreatif juga disebut “Bina Cipta”. Ada 2 pekerjaan yang sangat dikenal pada tim kreatif ini, yaitu sebagai copy writer (penulis naskah iklan) dan Visualizer (pembuat gambar / visual iklan).

3. Tim Media (Media Planner & Media Buyer)

Kemampuan research dan targeting akan sangat diperlukan bagi orang – orang yang berada di bidang media. Tim ini akan bertanggung jawab dalam penentuan media periklanan yang akan dipilih / digunakan untuk menyampaikan pesan iklan, menjadwalkan pemunculan / pemuatan iklan pada media yang dipilih, serta menghitung biaya yang diperlukan untuk menggunakan media tersebut.

Bidang ini juga bertanggung jawab untuk mengurus pemasangan iklan pada media periklanan yang telah dipilih / ditentukan. Orang yang menangani pekerjaan di bidang media disebut sebagai Media Planner (perencana media) dan Media Buyer (Pembeli Media).

Pada perusahaan periklanan digital (digital agency), tim media ini biasanya diisi oleh tim digital placement yang memiliki kemampuan dalam memasang iklan dan targeting di media online seperti Google Ads atau Facebook ads.

Baca Juga : Marketing Mix 7P, Pengertian dan Contoh Lengkap

4. Tim Produksi

Berbeda dengan tim kreatif yang merancang ide kreatif dari sebuah iklan. Tim produksi bertugas untuk merealisasikan gagasan kreatif yang dibuat oleh tim kreatif ke dalam bentuk materi iklan.

Tim produksi akan menangani pembuatan gambar, foto, merekam/membuat iklan radio, melakukan shooting/pembuatan film iklan untuk TV atau bioskop serta membuat iklan Billboard atau di media online seperti Facebook dan Instagram.

5. Market Research / Digital Planner

Pada umumnya, di perusahaan periklanan yang berskala besar atau menengah, selalu terdapat ke empat fungsi sebelumnya. Namun, masih ada fugsi lain yang biasanya ada di perusahaan periklanan. Salah satunya adalah Market Research / Digital Planner.

Market research bertanggung jawab untuk menganalisa kondisi pasar, persaingan, selera konsumen, engagement terhadap iklan yang telah ditayangkan, dan sebagainya. Analisa yang dilakukan ini bisa dilakukan dengan cara melakukan penelitian kepada konsumen atau dengan menggunakan tools – tools analisa yang sudah disediakan di platform – platform online.

Digital agency akan lebih mudah dalam menganalisa konsumen. Hal ini dikarenakan semua informasi dan performa iklan sudah tertulis di dashboard iklan. Hasil temuan bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan program promosi/periklanan selanjutnya.

Baca Juga : Brand Awareness, Pengertian dan Cara Meningkatkannya

6. Konsultan Pemasaran

Terkadang, ada perusahaan pengiklan yang tidak ingin mengambil jasa full dari sebuah agency periklanan. Namun, mereka membutuhkan insight dan ide – ide terkait arah periklanan yang ingin mereka lakukan.

Maka dari itu, konsultan pemasaran diperlukan untuk mengatasi masalah / keinginan klien. Konsultan pemasaran bertugas untuk memberikan jasa konsultasi / nasehat dalam bidang pemasaran.

Isi nasihat yang diberikan bisa seputar tentang bagaimana merancang produk, menentukan harga, mendesain kemasan, memilih wilayah distribusi, cara menghadapi persaingan, dan sebagainya.

Itulah contoh jenis pekerjaan dan jabatan yang ada pada perusahaan periklanan / advertising. Berikut beberapa contoh perusahaan yang menggunakan jenis jabatan atau pekerjaan yang disebutkan di atas.

  • Creative Boutique
  • Media Specialist
  • Media Placement Agency
  • Production House
  • Modeling Ageny
  • Talent Seout
  • ASF (Agency Service Fee)
  • Traffic

Baca Juga : Pengertian Above the Line, Below the Line dan Through the Line beserta Contohnya

Demikian penjelasan terkait jenis pekerjaan dan jabatan yang ada di perusahaan periklanan / advertising. semoga bermanfaat bagi teman – teman yang membutuhkan.

Leave a Reply