Marketing Mix 7P, Pengertian dan Contoh Lengkap

Marketing mix adalah ilmu di bidang marketing yang sangat terkenal. Jika Anda belajar lebih dalam tentang marketing, maka marketing mix adalah salah satu ilmu penting yang wajib untuk diketahui.

Marketing mix berbicara tentang langkah-langkah dan strategi yang digunakan sebuah brand atau produk. Awalnya, marketing mix ini kita kenal dengan 4P, yaitu Price, Place, Product, dan Promotion.

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, teori 4P ini juga terus berkembang. Saat ini, mulai dikenal teori baru yang disebut 7P. Apa itu 7P? 7P pada marketing mix pada dasarnya merupakan pengembangan dari teori 4P

Lewat artikel yang singkat ini, kita akan membahas marketing mix secara keseluruhan. Mulai dari pengertian marketing mix itu sendiri, hingga penjabaran 7P yang merupakan poin poin dari marketing mix.

Definisi / Pengertian Marketing Mix

Seperti yang disebutkan sebelumnya, marketing mix berbicara tentang langkah-langkah dan strategi yang digunakan sebuah brand atau produk. Jika didefinisikan secara teoritis, marketing mix bisa diartikan sebagai berikut:

Marketing mix adalah perangkat alat pemasaran taktis yang dapat dikendalikan, produk, harga, distribusi, dan promosi yang dipadukan oleh perusahaan untuk menghasilkan respons yang diinginkan dalam target market. ( kotler dan Armstrong, 1997:48)

Berdasarkan teori tersebut, dapat kita simpulkan bahwa marketing mix adalah strategi pemasaran yang dilaksanakan secara terintegrasi untuk mencapai target pemasaran. Dengan menerapkan poin-poin yang ada di dalam marketing mix, diharapkan perusahaan dapat menghasilkan respons yang diinginkan dalam target market.

Apa Saja Marketing Mix 7P Itu?

Marketing mix 7P adalah perangkat alat pemasaran taktis yang terdiri dari: Product, Price, Place, Promotion, People, dan Process. Berikut penjabaran dari masing-masing poin marketing mix 7P tersebut:

1. Price (Harga)

Promotion bagian dari marketing mix

Huruf “P” pertama yang akan kita bahas adalah Price atau harga. Harga yang dimaksud di sini adalah seberapa besar uang atau besaran bayaran yang harus dikeluarkan oleh konsumen untuk mendapatkan produk yang ditawarkan.

Mengapa penting untuk mempertimbangkan harga? Hal tersebut dikarenakan konsumen akan membeli produk Anda jika produk tersebut “worth it” dari segi pengorbanan (uang dan waktu) dan manfaat apa yang konsumen dapatkan dari produk tersebut.

2. Product (Produk)

Produk yang dimaksud di sini tidak selalu berupa barang yang memiliki bentuk fisik. Produk adalah segala bentuk hasil atau usaha yang ditawarkan ke konsumen. Jadi, produk ini dapat berupa barang maupun jasa yang ditawarkan.

Produk harus sesuai dengan harapan konsumen. Produk yang reliable dapat memuaskan konsumen dan memungkinkan terjadinya pembelian kembali. Maka dari itu, sangat penting untuk menjaga kualitas produk yang ditawarkan ke konsumen.

3. Place (Tempat)

Place adalah salah satu bagian penting yang menjadi penentu berhasil atau tidaknya aktivitas marketing. Menentukan tempat yang tepat dalam menjual produk sangat penting untuk meningkatkan pembelian.

Sebagai contoh, kita tentu sering melihat banyak penjual kosmetik menjual produknya di tempat yang sama. Kalau dipikir-pikir, mengapa mereka tidak menjualnya di tempat terpisah? dibandingkan harus bersaing satu sama lain?

Jawabannya dikarenakan tempat tersebut merupakan tempat yang potensial untuk menjual produknya. Konsumen sudah mengetahui bahwa pembelian kosmetik di sana memiliki banyak pilihan dan variasi. Tentunya ikut bersaing menjadi salah satu pilihan terbaik dibandingkan beralih ke tempat berbeda yang masih belum tau seberapa besar potensinya.

Place / tempat tidak hanya berbicara seputar di mana Anda harus menjual produk tersebut. Tapi juga mempertimbangkan saluran distribusi terbaik untuk menyalurkan produk. Distributor A vs Distributor B, Channel A vs Channel B, bahkan Marketplace A vs Marketplace B.

4. Promotion (promosi)

Meskipun sudah memiliki tempat, harga, dan produk yang tepat, tidak akan maksimal jika produk Anda tidak diketahui orang-orang. Di sinilah promotion (promosi) berperan sebagai salah satu marketing mix untuk mencapai target pemasaran.

Menurut Kotler, Promosi adalah bagian dan proses strategi pemasaran sebagai cara untuk berkomunikasi dengan pasar dengan menggunakan komposisi bauran promosi “promotional mix”.

Promosi bisa dilakukan dengan berbagai cara. Bisa dengan above the line (ATL), below the line (BTL), maupun through the line (TTL). Setiap bagian bagian promosi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Maka dari itu, penting bagi kita untuk mengetahui saluran promosi mana yang sesuai dengan target market kita. Baca selengkapnya mengenai ATL, BTL, dan TTL di sini.

5. People (Sumber Daya Manusia)

Masuknya people ke dalam salah satu komponen marketing mix menunjukkan bahwa betapa pentingnya SDM bagi keberlangsungan bisnis. Bukan rahasia lagi bahwa perusahaan yg sustainable diikuti dengan adanya SDM yang tangguh.

Sadarnya para pelaku bisnis terhadap hal ini menyebabkan tingginya minat perusahaan untuk merekrut karyawan yang berkualitas. Tidak sedikit HRD yang kewalahan karena sulitnya mencari pekerja berkualitas baik dari hard skill maupun softskillnya.

Tak hanya berupaya keras dalam mencari karyawan berkualitas. Perusahaan juga berupaya memberikan kenyamanan bagi karyawan karyawan terbaik agar betah dan tetap produktif dalam bekerja. Beberapa contoh upaya peningkatan kualitas SDM yang dilakukan perusahaan-perusahaan besar antara lain:

  • Bekerja dengan waktu fleksibel, namun tetap mengacu pada OKR
  • Menyediakan pelatihan-pelatihan yang menunjang pengetahuan karyawan.
  • Mengapresiasi pencapaian-pencapaian yang telah dilakukan karyawan.
  • Berperilaku adil terhadap karyawan
  • dsb

Jika pengelolaan karyawan ini berjalan dengan baik, maka produktivitas karyawan akan meningkat. Perusahaan akan mendapat loyalitas dan totalitas dari karyawannya. Selain itu, pengelolaan karyawan yang baik dapat membangun kultur kerja yang positif dan meningkatkan kerjasama antar karyawan.

6. Packaging (kemasan)

Packaging atau kemasan ini menjelaskan tentang bagaimana menyajikan produk kita ke pasaran / konsumen. Kualitas produk memang penting. Namun, ingatlah bahwa first impression di mata konsumen adalah packaging / kemasan produk tersebut.

Pengertian kemasan bermacam-macam. Kemasan dapat berupa bungkus produk yang digunakan saat dijual, baju karyawan yang dikenakan, perilaku dan sopan santun, atau bahkan elemen-elemen visual pada perusahaan tersebut.

Pada era digital saat ini, banyak sekali start up yang menjual fitur fitur pada teknologi yang mereka buat. Kualitas produk dibuat sebaik mungkin untuk menarik konsumen. Pada produk semacam ini, kemasan dapat berupa tampilan UI/UX, tampilan aplikasi, maupun sitespeed.

Kemasan menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Tidak jarang sedikit perubahan sederhana pada kemasan berpengaruh besar terhadap penjualan.

7. Process (proses)

“P” yang terakhir pada pembahasan kali ini adalah proses. Proses yang dimaksud di sini adalah keseluruhan aktivitas yang terintegrasi sehingga menghasilkan suatu output.

Pada produsen susu kemasan misalnya. Selama pembuatan susu kemasan tersebut, banyak proses yang perlu dilakukan. Baik oleh tim produksi maupun quality control. Pelaksanaan proses tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan tenaga manusia, atau mesin, atau kombinasi keduanya.

Ada satu hal yang penting dalam proses ini selain ketekunan, ketelitian, dan konsistensi. Hal tersebut adalah SOP yang mengatur berjalannya proses di dalam perusahaan. Dengan adanya SOP, proses produksi yang dilakukan akan sesuai dengan rel yang telah ditentukan, sehingga dapat meminimalisir kesalahan.

Contoh Pengaplikasian Marketing Mix 7P

Agar lebih memahami tentang marketing mix, saya akan menjelaskan contoh marketing mix 7P secara sederhana, yaitu sebagai berikut:

Detail Produk

Brand : Indomie
Produk : Makanan
Target Market : SES B, employee, student, colleague,

Marketing Mix Indomie

  • Price : Indomie menjual produknya dengan rentang harga 2.500 – 5.000. Harga ini cukup bersaing dengan brand lain yang memiliki target market sama.
  • Product : Meskipun memiliki target market yang sama, Indomie mencoba memiliki brand awareness yang lebih baik. Maka dari itu, Indomie mempertahankan cita rasanya yang khas untuk menjaga konsumen setianya.
  • Place : Pendistribusian Indomie meliputi mall mall, warung kelontong, hingga market place.
  • Promotion : Promosi Indomie menggunakan media TV dalam waktu prime time. Selain itu, Indomie akan menggunakan artis / brand ambassador yang cocok dengan SES B.
  • Packaging : pada packaging Indomie menggunakan desain khas Indomie dan logo yang terlihat jelas.
  • People : karyawan Indomie adalah karyawan yang bersemangat dan selalu inovatif. Hal tersebut dikarenakan manajemen karyawan yg diterapkan dengan baik.
  • Process : adanya SOP yang tegas dan tepat membuat pelaksanaan produksi Indomie lancar dan berhasil mencapai target.

Artikel Menarik Lainnya :

Discussion

  1. Alan Pria

Leave a Reply