Buzz Marketing : Strategi Marketing yang Lagi Trend!

Sering mendengar kata buzzer? Pada dasarnya, buzzer yang berseliweran di media sosial adalah bagian dari buzz dalam marketing atau biasa disebut buzz marketing. Kali ini, kita akan mempelajari lebih dalam seputar buzz marketing.

Apa Itu Buzz Marketing?

Sebelum kita mempelajari secara lebih lengkap tentang strategi buzz marketing, alangkah lebih baik jika kita mengetahui terlebih dahulu pengertian buzz marketing.

Dalam arti sederhana, buzz marketing mendorong terciptanya pemasaran dari mulut ke mulut. Strategi ini diharapkan dapat membantu sebuah isu menjadi viral dan mengangkat brand awareness dari sebuah brand atau menggiring opini tertentu.

Strategi Buzz Marketing ini mungkin terdengar agak mirip dengan strategi Word of Mouth. Namun, ada sedikit perbedaan antara buzz dalam marketing dan pemasaran word of mouth atau WOM. Menurut Ahuja, R.D., Anne Michels, T., Mazzei Walker, M. and Weissbuch, M. (2007), strategi buzz dalam marketing memiliki komponen tujuan yang jelas, misalnya distribusi produk, periklanan, dan riset pasar. Sedangkan percakapan WOM cenderung acak dan spontan, WOM terjadi dalam pola komunikasi yang alami dan tidak terduga. Pada dasarnya, Buzz dalam marketing mengkomersialkan percakapan WOM yang biasanya terjadi secara natural.

Untuk memaksimalkan buzz marketing, strategi ini bisa dibantu oleh buzzer. Peran buzzer di sini adalah sebagai aktor yang menggiring opini dan menginisiasi sebuah trend. Buzzer dapat menjadi pioneer untuk meningkatkan awareness tentang isu yang ingin diangkat.

Dalam kegiatannya, buzz marketing dapat memasukkan unsur tagline, ide, atau frasa tertentu untuk dapat memancing orang lain mengeluarkan frasa yang sama. Semakin meningkatnya frasa tadi secara organik merupakan salah satu tanda berhasilnya buzzer dalam melakukan buzz marketing.

Berbeda dengan iklan pada umumnya, buzz marketing menekankan pada prinsip organik. Buzz marketing mengajak khalayak untuk ikut serta membicarakan apa yang buzzer bicarakan tanpa harus menyangka bahwa pembicaraan tersebut adalah bagian dari strategi marketing.

Kelebihan Buzz Marketing

Buzz marketing memiliki berbagai kelebihan bagi brand. Dengan konsep pemasaran viral, buzz dalam marketing dapat memberikan keuntungan seperti berikut ini :

1. Memicu Word of Mouth

Word of Mouth marketing atau WOMM adalah situasi di mana brand banyak dibicarakan dan dibawa dalam pembicaraan sehari – hari. Dengan menggunakan buzz dalam marketing yang memiliki jangkauan luas, orang – orang akan melihat berbagai pembicaraan tentang suatu brand dan memiliki potensi untuk ikut serta dalam pembicaraan tersebut. Hebatnya, jika dilakukan dengan tepat pembicaraan ini dapat menjalar dan bertahan lama tanpa harus melakukan iklan berkali – kali

2. Budget Marketing Lebih Efektif

Buzz marketing berpotensi memiliki jangkauan yang luas. Hal ini dikarenakan jangkauan tidak hanya berasal dari para buzzer saja. Secara organik, netizen atau khalayak yang terkena impresi dari strategi buzz marketing secara tidak sadar dapat menjadi buzzer bagi orang lain pula. Dengan potensi demikian, maka penggunaan budget dalam menyebarkan awareness menjadi lebih efektif karena banyaknya bantuan peningkatan jangkauan secara organik.

3. Mengetahui Pendapat Konsumen Tentang Produk / Brand

Dalam memasarkan sebuah produk, tentunya kita tidak lepas dari marketing mix. Salah satu dari marketing mix yang tidak bisa dilepaskan dalam proses marketing adalah produk. Sebuah brand harus terus berinovasi dalam memaksimalkan produknya agar sesuai dengan kebutuhan konsumen. Karena itulah perlu adanya research kebutuhan konsumen untuk dapat meningkatkan kualitas produk.

Dengan buzz marketing, riset akan menjadi lebih mudah. Banyak sentimen dari khalayak yang dapat didapatkan untuk menjadi masukan bagi produk. Sentimen negatif tidak selalu buruk, jadikan kemunculan dari segmentasi negatif untuk meningkatkan kualitas produk yang ditawarkan.

Kekurangan Buzz Marketing

Meskipun memiliki berbagai kelebihan, buzz marketing juga memiliki kekurangan. Bahkan jika tidak dijalani dengan tepat, buzz marketing dapat menjadi bumerang bagi perusahaan. Berikut beberapa kekurangan dari buzz marketing

1. Implementasi yang Sulit

Mengimplementasi buzz dalam strategi marketing bukanlah hal yang mudah. Bagaimana tidak? mengajak orang – orang untuk membicarakan sesuatu yang kita inginkan secara sukarela bukanlah hal yang mudah. Marketer harus mempertimbangkan berbagai hal seperti trend dan trigger yang akan digunakan.

2. Masih Sangat Bergantung Pada Trigger / Buzzer

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa buzz marketing menggunakan buzzer dalam pelaksanaannya. Strategi ini masih sangat bergantung pada aktivitas buzzer tersebut. Pasalnya, jika buzzer yang digunakan tidak memiliki audience yang sesuai dengan target bisnis kita, maka bisa jadi uang yang dikeluarkan akan terbuang percuma karena viral yang kita dapatkan bukan berasal dari calon konsumen potensial.

3. Potensi Blunder

Ini merupakan salah satu hal yang ditakutkan dari pemasaran viral. Marketer tidak dapat mengendalikan sentimen apa yang akan muncul ketika melakukan strategi ini. Maka, perlu adanya analisa pasar dan trigger yang tepat dalam melakukan buzz marketing agar tidak malah menimbulkan viral / trend yang negatif untuk perusahaan.

Selain itu, kita harus memastikan bahwa viralnya sebuah kampanye berbanding lurus dengan kualitas produk. Karena jika tidak, maka viral yang muncul bisa jadi malah berupa cibiran yang menurunkan citra perusahaan.

Tips Melakukan Buzz Marketing

Dalam melakukan buzz marketing, perlu ada hal – hal penting yang diperhatikan agar strategi ini sukses. Beberapa poin penting dalam melakukan buzz marketing antara lain :

1. Pastikan Produk Anda Berkualitas dan Available

Jika kita melakukan strategi agar brand menjadi viral, maka pastikan brand tersebut memiliki produk yang berkualitas. Jika konsumen merasa kecewa dengan produk yang viral, maka bisa jadi yang mereka bagikan kepada orang lain adalah kekurangan dari brand yang dipasarkan itu sehingga bisa jadi yang muncul adalah negative buzz.

2. Manfaatkan Social Media Pada Brand

Di era digital saat ini, buzz yang paling tinggi akan berada pada sosial media. Maka dari itu, penting bagi sebuah brand untuk dekat dengan konsumennya melalui sosial media. Apalagi jika konten anda berkualitas, maka bisa jadi exposure akan lebih tinggi lagi karena brand yang viral akan mendorong khalayak untuk share konten yang dishare oleh brand di sosial media.

3. Susun Strategi yang Tepat

Strategi buzz marketing yang tepat tidak hanya berbicara tentang konten yang akan dishare dan jumlah buzzer yang perlu dipakai. Penyusunan strategi juga harus melihat trend dan waktu yang tepat pula. Jika dilakukan di waktu yang tepat, pemasaran viral bisa jadi lebih mudah tercapai.

Leave a Reply