Brand Awareness, Pengertian dan Cara Meningkatkannya

Brand awareness adalah suatu istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga para marketers. Brand awareness adalah langkah awal yang perlu dilakukan dalam melakukan sebuah kegiatan marketing. Seperti yang diketahui sebelumnya, pada marketing funnel Aisas, terdapat beberapa tahap untuk mencapai sales, yaitu:

  1. Awareness
  2. Interest
  3. Search
  4. Action
  5. Share

Marketing funnel tersebut merupakan consumer online behaviour. Model ini merupakan kelanjutan dari model sebelumnya yaitu Aida (Awareness, Interest, Desire, dan Action). Meskipun berbeda, namun kedua model tersebut sama sama menyebutkan awareness di awal prosesnya.

Pengertian Brand Awareness

Lalu, apa itu brand awareness? Mengapa hal tersebut penting sehingga harus ditempatkan di urutan pertama dalam marketing funnel? Menurut Aaker (1991) kesadaran merek (brand awareness) adalah kemampuan dari seseorang yang merupakan calon pembeli (potential buyer) untuk mengenali (recognize) atau menyebutkan kembali (recall) suatu merek merupakan bagian dari suatu kategori produk.

Melihat dari pengertian di atas, memunculkan brand awareness atau kesadaran merk menjadi sangat penting untuk memberikan ingatan tentang merk kepada konsumen. Brand awareness dapat menunjukkan kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori produk tertentu.

Piramida Kesadaran Merk (Brand Awareness Pyramid)

Humdiana, (2005) menyatakan bahwa tingkatan brand awareness terbagi menjadi empat tahap yang ditunjukan pada gambar piramida kesadaran merk berikut ini:

Piramida Kesadaran Merk
Piramida Kesadaran Merk (brand awareness)

Gambar di atas adalah piramida kesadaran merek yang memperlihatkan tahap atau level dari konsumen tentang tingkat kesadarannya terhadap suatu merek. Dalam meningkatkan brand awareness, tentunya kita harus memahami pada level mana brand kita dalam benak konsumen. Berikut penjelasan dari piramida brand awaress tersebut:

1. Unaware of brand (Tidak menyadari merek)

Unaware of brand adalah tingkat brand awareness yang paling rendah. Pada level ini, konsumen tidak pernah mendengar tentang brand yang ingin kita optimasi. Pada tahap ini, perlu adanya campaign yang masif dalam meningkatkan kesadaran merek

2. Brand Recognition (pengenalan merek)

Tingkatan selanjutnya adalah brand recognition. Pada tingkatan ini, konsumen dapat mengingat brand kita dengan bantuan. Misalnya, kita menyebutkan bentuk, kategori produk, atau brand ambassador yang membantu konsumen mengingat produknya.

3. Brand Recall ( pengingatan kembali merek)

Pada tingkatan ini, brand awareness telah meningkat dan menempel dalam ingatan konsumen. Namun, brand belum menjadi top of mind dalam kategori produk tersebut. Brand akan diingat sama merknya disebut, barulah konsumen dapat mengingat dan langsung mengenal brand tersebut tanpa adanya clue lain.

4. Top Of Mind (Puncak Pikiran)

Ini adalah tahap tertinggi dalam meningkatkan brand awareness. Pada tahap ini, brand sudah melekat dalam diri konsumen dalam kategori tertentu. Misalnya, saat membeli air putih gelas, konsumen lebih gemar menyebut nama merk nya dibandingkan nama produknya.

Cara Meningkatkan Brand Awareness

Setelah mengetahui pengertian dan tingkatan-tingkatan brand awareness, penting bagi seorang marketer untuk mengetahui bagaimana meningkatkan brand awareness. Cara meningkatkan brand awareness tentu diperlukan ilmu marketing yang handal dalam menyusun strategi. Berikut cara-cara yang dapat didalami oleh seorang marketer dalam meningkatkan brand awareness:

1. Mengidentifikasi Tingkatan Brand Awareness Saat Ini

Untuk menentukan tindakan apa yang akan diambil, kita harus mengetahui dulu, berada di posisi manakah brand awareness saat ini di mata konsumen. Apakah konsumen masih belum sadar dengan brand kita (unaware of brand)? masih dalam tahap pengenalan? atau sudah di posisi top of mind?

masing – masing tingkatan akan membutuhkan cara yang berbeda dalam meningkatkan brand awarenessnya. Maka dari itu, penting bagi seorang marketer untuk mengetahui positioning brand tersebut.

Bagaimana cara mengetahuinya? Mengetahui posisi brand awareness dapat dilakukan dengan mengadakan survey. Survey brand awareness tersebut dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat menentukan tingkatan brand awareness dalam benak konsumen.

2. Menentukan Strategi Promosi yang Tepat

Setelah mengetahui positioning brand di benak konsumen, maka tahap selanjutnya adalah menentukan strategi dan channel promosi yang tepat. Jika saat ini brand masih belum dikenal, maka perlu adanya promosi yang masif dengan memanfaatkan channel dan strategi yang tepat. Contoh strategi promosi dalam meningkatkan brand awareness adalah:

  1. Sales Promotion
    Saat brand belum dikenal, mengeluarkan promo adalah salah satu cara meningkatkan brand awareness. Promo yang menggiurkan dapat mempengaruhi konsumen untuk mencoba layanan atau produk dari brand yang kita buat. Selain itu, promo juga dapat merebut konsumen kompetitor.
  2. Partnering
    Selain menambah value dalam sebuah produk, Berpartner dengan brand lain berpotensi untuk mengenalkan produk kita ke pangsa pasar yang lebih luas. Partnering juga dapat menghindarkan konsumen dari rasa jenuh terhadap layanan yang brand kita berikan.

    Namun, haruslah diingat bahwa partnering mengharuskan kedua belah pihak sama-sama merasa untung. Sebagai seorang partner, kita juga harus memikirkan value apa yang dapat kita berikan kepada brand partner sehingga mereka juga merasakan keuntungan dari berpartner dengan brand kita.
  3. Brand Ambassador
    Gerak gerik public figure biasanya akan selalu diamati gerak geriknya oleh penggemar-penggemarnya. Tak jarang penggemar menggunakan produk produk yang juga dipakai oleh idolanya. Menggunakan public figure sebagai brand ambassador tentunya dapat memperkenalkan brand kita kepada public.

    Tentukanlah public figure yang penggemar-penggemarnya sesuai dengan target pasar. Kesalahan dalam memilih public figure dapat membuat uang yang kita keluarkan menjadi sia sia. Pelajarilah terlebih dahulu public figure mana yang sesuai dengan produk yang ingin diiklankan.
  4. Event
    Promosi dengan event bukanlah hal baru dalam dunia marketing. Event dapat mendongkrak popularitas jika ditempatkan secara tepat. Buatlah event yang sesuai dengan target market. Selain target market, pertimbangan event juga harus didasarkan kepada trend yang ada pada saat itu, sehingga event yang akan diadakan memiliki banyak peminat.

Baca Juga : Marketing Mix 7P

3. Monitoring

Selama kegiatan promosi berjalan, brand awareness juga harus dimonitor dengan baik. Hal tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi strategi mana yang membuahkan hasil positif, dan mana yang tidak membuahkan hasil. Jangan ragu untuk mengubah strategi promosi yang dilakukan jika hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan pengeluaran perusahaan.

Cara memonitoring brand awareness adalah dengan mengadakan survey secara berkala. Survey ini bertujuan untuk mengetahui level brand awareness pada konsumen / responden. Dengan begitu, kita dapat membandingkan hasil survey terbaru dengan survey yang sebelumnya.

Selain itu, di dunia digital saat ini, banyak tools atau cara – cara yang dapat membantu marketer untuk mengukur tingkatan brand awareness. Mengukur perkembangan brand awareness juga bisa menggunakan indikator berikut :

  1. Traffic Website
  2. Engagement Media Sosial
  3. Review Online
  4. Diskusi Forum Online

4. Evaluasi

Dalam jangka waktu tertentu, buatlah evaluasi atas semua kinerja yang sudah dilakukan. Identifikasi poin – poin apa saja yang perlu dibenahi dan dipertahankan dalam membangun awareness. Buat tabel seputar what we did, what we achieve, and what to do next. Dengan begitu, kita dapat mengetahui perkembangan brand awareness produk kita sehingga dapat menentukan strategi selanjutnya.

Meningkatkan awareness tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun, jika produk sudah semakin dikenal, maka hal tersebut merupakan pintu untuk meningkatnya penjualan yang diidam – idamkan.

Leave a Reply